Kelompok Pro Globalisasi dan Anti Globalisasi
APA ITU GLOBALISASI?
Globalisasi adalah istilah yang barangkali sudah tak asing lagi di telinga kita. Ada banyak dampak globalisasi, baik yang sifatnya buruk maupun baik. Globalisasi adalah kata yang diserap dari frasa "global" yang artinya meliputi seluruh dunia atau secara keseluruhan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) globalisasi adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia. Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya.
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA GLOBALISASI
FAKTO EKSTERNAL
Faktor penyebab globalisasi yang pertama dipengaruhi oleh keadaan eksternal atau dunia luar. Hal ini berkaitan dengan perkembangan yang terjadi di dunia internasional atau di luar negeri. Berikut beberapa faktor penyebab globalisasi eksternal:
a. Perkembangan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan
Salah satu faktor penyebab globalisasi eksternal tentunya tidak lepas dari perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Perkembangan pesat yang dialami oleh ilmu pengetahuan dan teknologi akan menciptakan berbagai inovasi yang dapat memudahkan kehidupan sehari-hari setiap orang.
Berbagai teknologi canggih seperti alat komunikasi dan transportasi serba modern adalah hasil dari globalisasi karena perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Hal ini tentunya menjadi salah satu faktor penyebab globalisasi yang dapat memudahkan kehidupan sehari-hari di tiap belahan dunia.
b. Perdagangan Bebas
Salah satu faktor penyebab globalisasi eksternal lainnya adalah perdagangan bebas. Perdagangan bebas ini merupakan salah satu pemicu terjadinya globalisasi. Hal ini terjadi karena mayoritas negara-negara di dunia saat ini menerapkan sistem ekonomi terbuka. Sehingga dapat bekerja sama satu dengan yang lainnya. Hal ini menuntut adanya komunikasi yang semakin intensif antar negara-negara di dunia.
c. Kemudahaan Migrasi
Kemudahan dalam bermigrasi juga menjadi salah satu faktor penyebab globalisasi eksternal. Banyak orang sekarang ini bermigrasi dari suatu negara ke negara lain untuk berbagai keperluan, seperti menuntut ilmu, bekerja, berwisata, dan lain sebagainya.
Kemudahan migrasi ini membuat orang-orang yang berada dalam suatu wilayah sudah terbiasa dengan adanya pendatang dari daerah lain. Contoh terdekatnya adalah Bali yang tidak pernah henti dikunjungi sebagai tempat wisata oleh turis mancanegara.
FAKTOR INTERNAL
Selain faktor eksternal, faktor penyebab globalisasi juga dapat disebabkan keadaan internal sebuah negara. Berikut beberapa faktor penyebab globalisasi internal:
a. Perkembangan Cara Berpikir Pendidikan Masyarakat
Masih seputar ilmu pengetahuan, faktor penyebab globalisasi internal yang pertama adalah perkembangan cara berpikir dan pendidikan masyarakat. Hal ini membuat masyarakat semakin kritis terhadap berbagai informasi dan perkembangan dunia. Masyarakat yang semakin ingin tahu perkembangan informasi, sehingga berbagai keadaan dunia mudah diketahui oleh masyarakat.
b. Ketergantungan Terhadap Negara Lain
Faktor penyebab globalisasi satu ini biasanya dialami oleh negara berkembang. Negara yang berkembang sangat membutuhkan barang-barang dan jasa dari negara maju untuk membangun negerinya. Demikian pula negara-negara maju perlu menjalin hubungan komunikasi dengan negara-negara lain guna mengekspor produk atau barang-barangnya.
c. Kebebasan Pers atau Media
Faktor penyebab globalisasi selanjutnya adalah kebebasan pers atau media. Kebebasan pers atu media sangat berperan penting dalam era globalisasi. Hal ini disebabkan karena pers atau media merupakan penghubung antara sebuah negara dengan masyarakatnya ataupun antara negara dengan negara lainnya.
KELOMPOK PRO GLOBALISASI DAN ANTI GLOBALISASI
Gerakan pro-globalisasi
Pendukung globalisasi (sering juga disebut dengan pro-globalisasi) menganggap bahwa globalisasi dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi masyarakat dunia. Mereka berpijak pada teori keunggulan komparatif yang dicetuskan oleh David Ricardo. Teori ini menyatakan bahwa suatu negara dengan negara lain saling bergantung dan dapat saling menguntungkan satu sama lainnya, dan salah satu bentuknya adalah ketergantungan dalam bidang ekonomi. Kedua negara dapat melakukan transaksi pertukaran sesuai dengan keunggulan komparatif yang dimilikinya. Misalnya, Jepang memiliki keunggulan komparatif pada produk kamera digital (mampu mencetak lebih efesien dan bermutu tinggi) sementara Indonesia memiliki keunggulan komparatif pada produk kainnya. Dengan teori ini, Jepang dianjurkan untuk menghentikan produksi kainnya dan mengalihkan faktor-faktor produksinya untuk memaksimalkan produksi kamera digital, lalu menutupi kekurangan penawaran kain dengan membelinya dari Indonesia, begitu juga sebaliknya.
Salah satu penghambat utama terjadinya kerjasama diatas adalah adanya larangan-larangan dan kebijakan proteksi dari pemerintah suatu negara. Di satu sisi, kebijakan ini dapat melindungi produksi dalam negeri, namun di sisi lain, hal ini akan meningkatkan biaya produksi barang impor sehingga sulit menembus pasar negara yang dituju. Para pro-globalisme tidak setuju akan adanya proteksi dan larangan tersebut, mereka menginginkan dilakukannya kebijakan perdagangan bebas sehingga harga barang-barang dapat ditekan, akibatnya permintaan akan meningkat. Karena permintaan meningkat, kemakmuran akan meningkat dan begitu seterusnya.
Beberapa kelompok pro-globalisme juga mengkritik Bank Dunia dan IMF, mereka berpendapat bahwa kedua badan tersebut hanya mengontrol dan mengalirkan dana kepada suatu negara, bukan kepada suatu koperasi atau perusahaan. Sebagai hasilnya, banyak pinjaman yang mereka berikan jatuh ke tangan para diktator yang kemudian menyelewengkan dan tidak menggunakan dana tersebut sebagaimana mestinya, meninggalkan rakyatnya dalam lilitan hutang negara, dan sebagai akibatnya, tingkat kemakmuran akan menurun. Karena tingkat kemakmuran menurun, akibatnya masyarakat negara itu terpaksa mengurangi tingkat konsumsinya; termasuk konsumsi barang impor, sehingga laju globalisasi akan terhambat dan — menurut mereka — mengurangi tingkat kesejahteraan penduduk dunia.
Gerakan antiglobalisasi
Antiglobalisasi adalah suatu istilah yang umum digunakan untuk memaparkan sikap politis orang-orang dan kelompok yang menentang perjanjian dagang global dan lembaga-lembaga yang mengatur perdagangan antar negara seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
“Antiglobalisasi” dianggap oleh sebagian orang sebagai gerakan sosial, sementara yang lainnya menganggapnya sebagai istilah umum yang mencakup sejumlah gerakan sosial yang berbeda-beda. Apapun juga maksudnya, para peserta dipersatukan dalam perlawanan terhadap ekonomi dan sistem perdagangan global saat ini, yang menurut mereka mengikis lingkungan hidup, hak-hak buruh, kedaulatan nasional, dunia ketiga, dan banyak lagi penyebab-penyebab lainnya.
Namun, orang-orang yang dicap “antiglobalisasi” sering menolak istilah itu, dan mereka lebih suka menyebut diri mereka sebagai Gerakan Keadilan Global, Gerakan dari Semua Gerakan atau sejumlah istilah lainnya. [sunting] Globalisasi Perekonomian
Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.
Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.
Komentar
Posting Komentar